Peruan Dalam, Tayan Hulu – Kabar menggembirakan datang dari Desa Peruan Dalam. Kepala Desa, Bapak Robert Jhonson, menyampaikan progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T yang saat ini tengah berjalan dan memasuki tahap awal konstruksi.
Dengan penuh antusias, kepala desa Peruan Dalam bapak Robert Jhonson menjelaskan bahwa pembangunan gedung SPPG ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah di wilayah Desa Peruan Dalam. Program ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), dengan sumber pendanaan langsung dari Pemerintah Pusat.
“Gedung SPPG ini hadir untuk melayani kebutuhan gizi anak-anak sekolah di desa kami, mulai dari PAUD hingga SMA,” ungkapnya.
Lokasi dan Progres Pembangunan
Pembangunan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) SPPG 3T ini berlokasi di:
📍 Dusun Simpang Bungan RT 02, Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu.
Pembangunan telah dimulai sejak 12 Maret 2026, dan saat ini tengah memasuki tahap pemantapan pondasi bangunan.
Adapun spesifikasi pembangunan meliputi:
- Luas bangunan: 10 meter x 19 meter.
- Luas lahan: 22 meter x 30 meter
Transparansi Dana Pembangunan
Dalam keterangannya, Kepala Desa pak Robert Jhonson menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Desa hanya menerima pembangunan ini, bukan berasal dari Dana Desa. Sumber dananya sepenuhnya dari Pemerintah Pusat,” tegas Robert Jhonson.
Sasaran Penerima Manfaat
Program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini akan menjangkau seluruh jenjang pendidikan di Desa Peruan Dalam, dengan rincian sebagai berikut:
- PAUD: 1 sekolah
- TK: 1 sekolah
- SD Negeri: 3 sekolah
- SMP Negeri 5: 1 sekolah
- SMA Negeri 2: 1 sekolah
“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka” demikian harapan pak Robert Jhonson.
Dipilih Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Proposal
Menariknya, Desa Peruan Dalam tidak memperoleh program ini melalui pengajuan proposal. Robert Jhonson menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan.
“Pembangunan dapur MBG ini ditentukan berdasarkan jumlah sekolah serta sasaran anak-anak yang ada di desa. Desa Peruan Dalam dinilai telah memenuhi kriteria tersebut. Selain itu, penentuan lokasi juga mempertimbangkan jarak tempuh dari dapur MBG yang sudah ada di Desa Sosok, dengan jarak terjauh sekitar 6 kilometer menuju dapur yang sedang dibangun,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Dengan hadirnya SPPG 3T ini, Pemerintah Desa berharap kualitas kesehatan dan gizi anak-anak semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
“Semoga program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tutupnya.
