Peruan Dalam, Tayan Hulu – Semangat pelestarian budaya dan kearifan lokal kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Peruan Dalam melalui pelaksanaan Ritual MPARA PEDAGI MANGKU ADAT, sebuah kegiatan adat yang menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga keberlangsungan situs budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Camat Tayan Hulu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tayan Hulu, serta unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat yang hadir.
Kepala Desa Peruan Dalam, Robert Jhonson, menyampaikan rasa terima kasih kepada Camat Tayan Hulu, Yoka, dan Ketua DAD Kecamatan Tayan Hulu atas perhatian dan apresiasi yang diberikan kepada Pemerintah Desa Peruan Dalam serta masyarakat yang telah menunjukkan kekompakan dalam menjaga dan melestarikan situs budaya Pedagi Mangku Adat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Tayan Hulu dan Ketua DAD Tayan Hulu yang telah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Peruan Dalam dan seluruh masyarakat. Kekompakan warga dalam menjaga warisan budaya ini merupakan kebanggaan bersama yang harus terus dipertahankan,” ujar Robert Jhonson.
Menurut Kepala Desa, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang berasal dari Dusun Kubing dan Dusun Simpang Bungan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai adat dan budaya masih hidup serta dijaga secara turun-temurun oleh warga setempat.
Situs budaya Pedagi Mangku Adat sendiri memiliki nilai historis yang penting. Situs tersebut telah tercatat dan terdaftar sebagai salah satu situs budaya di Kabupaten Sanggau. Robert Jhonson menjelaskan bahwa pengakuan terhadap situs budaya tersebut telah diberikan sejak 5 Juni 2011, ketika Paolus Hadi masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sanggau. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, saat itu juga dilakukan penyerahan tiga buah gong besar yang menjadi simbol pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan situs budaya tersebut.
Pelaksanaan Ritual MPARA PEDAGI MANGKU ADAT tahun ini berlangsung meriah dan penuh makna. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga serta memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak yang ada di wilayah Desa Peruan Dalam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, di antaranya:
- Camat Tayan Hulu;
- Kapolsek Tayan Hulu;
- Danramil;
- Ketua DAD Kecamatan Tayan Hulu;
- Staf Dinas Sosial Kabupaten;
- Pemerintah Desa Peruan Dalam;
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD);
- Temenggung Adat;
- Para Tua Adat;
- Tokoh Masyarakat (Tomas);
- Tokoh Pemuda (Topem);
- Tim Penggerak PKK Desa Peruan Dalam.
Melalui kegiatan Ritual MPARA PEDAGI MANGKU ADAT, Pemerintah Desa Peruan Dalam berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur dapat terus ditingkatkan. Budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga identitas dan kekayaan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari jati diri masyarakat Dayak dan bangsa Indonesia.
