TAYAN HULU, SANGGAU — Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Tayan Hulu. Pada Jumat, 11 September 2026, Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat peladang di Desa Peruan Dalam.
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kepala Desa Peruan Dalam, Robert Jhonson, dengan pelaksanaan tidak hanya di kantor desa, tetapi juga langsung menyasar lapangan dan lokasi aktivitas warga. Cara ini dilakukan agar penyuluhan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat yang sehari-hari melakukan aktivitas perladangan.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuka lahan, khususnya ketika menggunakan metode pembakaran. Warga peladang diarahkan untuk memperhatikan kondisi lahan dan lingkungan sekitar sebelum melakukan pembakaran serta memastikan api tidak sampai merembet ke area lain.
Tim Mabes TNI juga menekankan bahwa kondisi kemarau dapat membuat lahan dan semak belukar menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran ladang, sebab api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila tertiup angin dan kondisi lahan dalam keadaan kering.






Kades Peruan Dalam, Robert Jhonson, menyambut baik kegiatan penyuluhan yang langsung dilakukan di tengah masyarakat tersebut. Menurutnya, edukasi dan pendampingan seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami cara membuka lahan dengan lebih aman sekaligus ikut menjaga wilayah Desa Peruan Dalam dari ancaman Karhutla.
Dengan turun langsung ke lapangan, diharapkan pesan pencegahan Karhutla tidak hanya berhenti pada sosialisasi di kantor desa, tetapi benar-benar diterapkan oleh masyarakat dalam aktivitas perladangan. Pencegahan sejak awal menjadi kunci agar lahan pertanian tetap produktif tanpa menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
